MAS GURU
Minggu, 01 Desember 2019
Senin, 19 Mei 2014
Urgensi Tauhid
إِفَّ الَْْمْػ مََْْػ سَتَعْػ ػَُُِْْ سَتَعْػ ػَْ نََُُِ سَتػ ػَُُػ ػ ػِِػنْ فُػنُسْوِ تََْػ عَُِػ سَ ػ تُِ عْْمَ ػََُِِػ ػَِػنْ
يػهَْ ا فَلاَ ضُِِػ ػَِ سَ ػَِنْ يُضْػ فَػلاَ يَػ ػَِ سَََفْػهَ فََْ إِ ػَِ إِ ا سَحْػ فَػنِيْ ػَِ سَََفْػهَ فَََّ مَّػ ا عَْ ػ سَوَ ػ .
يػَػ يََػ نهَػ ا ػَِّػ يَِنَ ػََُُِػ اْ ا ػََّّ ػُِػ اْ ا ػ حَػ ػَّ ػََُُِّػِػ سَ ػُػ نََُّّ إِ سَََتػ نِعْػ مُ فَ .
يَ يََػ نهَ ا سََُُِّ ا ػََّّ اْ وَ كُ ا خَ كُ ن تػ سٍََّْ سَاحِ ةٍ سَخَ ػَِِْهَ زَسْجَهَ سَ ثَّ ػَِِْهُمَ وِجَ كَثِػ اِ سَتِعَػ اُ سَا ػََّّ ػُِػ اْ ا ػ ا ػَِّػ عَََّػ اُ فَ ػ سَا وْحَػ َُ إِفَّ ا ػ كَػ فَُ عَْ ػ كُُْ وَ ػ .
يَ يََػ نهَػ ا ػَِّ يَِنَ ػََُُِ ا ا ػََّّ ػُِ ا ا ػ سَ ػُِ ا ػ ػ ي ا . يُصْػ كَُِػ عََْْمَػ كَُُِ سَيػ ػَِنْ كَُِػ تُِػ كُ سَ ػَِػن يُ ػِْػ ا ػ سَوَ ػ فَػ ػَِػ فَػ زَُ فَػ زا عَْ مُػ .
ػ ، فَإِفَّ خَ ػُْنَ الَْْ يثِ كِ بَُُْ ا ،َِ سَخَ ػُْنُ الْْ ى يُػ ى مَّػ لَػ ل ا ػ عَْ ػُْ سَ ػ ، سَفَػنن
ا وِ ثَ ػَُّهَُ ،ُ سَكُ ن عَْةٍ ضَلَا ةَِ
Ma‟asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah,
Sebagaimana yang selalu dinasihatkan dan selalu diingatkan oleh para khotib, untuk selalu
meningkatkan ketakwaan kita, kepada Allah Subhanahu wa Ta‟ala. Kami pun mengingatkan diri
kami sendiri dan jamaah seluruhnya, agar selalu meningkatkan dan memperkokoh ketakwaan
kita kepada Allah Subhanahu wa Ta‟ala dengan sebenar-benar takwa, yang betul-betul didasari
ilmu danta takut kepada-Nya.
Maksudnya, kita melaksanakan perintah Allah Subhanahu wa Ta‟ala dengan benar-benar
mengetahui bahwasanya perintah tersebut kita laksanakan karena ada dalil, baik dari Alquran
dan sunah. Begitu juga sebaliknya, kita meninggalkan larangan berdasarkan dalil dari Alquran
maupun sunah disertai rasa takut terhadap adzab-Nya. Inilah makna ketakwaan yang sebenarnya
sebagaimana dikatakan oleh Tholq bin Habib,
Kumpulan Khutbah Jumat Terbaik - Volume 1
2 | D i s a l i n d a r i w w w . k h o t b a h j u m a t . c o m
ا ػَِْ ى فََْ ػََّ مَُْ عََُْْةِ ا عَْ ل تػ وِ نَِِ ا سَََفْ ػََّ ػْْنُؾَ صَُِِْ ةََُ ا عَْ ل تػ وِ نَِِ ا تَََ ؼُُ
عِْ بََُِ ا ―Takwa adalah engkau melaksanakan ketaatan kepada Allah berdasarkan tuntunan (wahyu) dari
Allah dan meninggalkan kemaksiatan berdasarkan tuntunan (wahyu) dari Allah karena takut
siksa-Nya.‖
Kemudian yang kedua, kami ingatkan kepada seluruh jamaah bahwasanya pada hari Jumat ini.
Allah Subhanahu wa Ta‟ala memuliakan hari ini dibandingkan hari-hari lainnya. Pada hari
Jumat inilah kita disunahkan memperbanyak shalawat kepada Nabi shallallahu „alaihi wa
sallam.
Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda, diriwayatkan oleh Imam Muslim,
خَ ػُْنُ يػ ٍ طَ تَُْ عَْ ا شَِمْسُ يػ ُ الجُمْ ةَُِ، فِ خُ ََُُ، سَفِ خََُِْ الجَ ةَََّ، سَفِ خَُْ نِجَ ػَِِْهَ سََ ػََّ ُ ا عَِ عَُْةُ إِ تِٓ يػ ِ الجُمْ ةَُِ
“Hari paling baik yang matahari terbit padanya adalah hari Jumat. Pada hari itulah Adam
diciptakan, dimasukkan ke surga, dan dikeluarkan dari surga. Dan tidaklah tegak hari kiamat
melainkan pada hari Jumat.”
Beliau Shallallahu „alaihi wa sallam juga bersabda,
نَِْ لَ ل عَْ يَّ سَاحِ ة ، لَ ل ا عَْ بَِِ عَْشْ نا
―Barangsiapa bersholawat kepadaku satu kali, maka Allah bersholawat kepadanya sepuluh
kali.‖
Ma‟asyiral muslimin rahimani warahimakumullah,
Pada khotbah kali ini, kami akan menjelaskan masalah pentingnya tauhid, dengan harapan dapat
menambah kekuatan keimanan dan keyakinan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta‟ala.
Tapi sebelumnya, perlu kita ketahui bahwa tauhid merupakan asas atau pilar Agama Islam yang
hanif (lurus) ini. Tauhid ibarat sebuah pondasi yang di atasnya berdiri sebuah bangunan. Kalau
dasar sebuah bangunan itu lurus dan kuat, maka sesuatu yang ada di atasnya pun akan lurus dan
kuat. Akan tetapi, sebaliknya kalau dasarnya bengkok dan rapuh maka jangan berharap sesuatu
yang di atasnya akan kokoh.
Kumpulan Khutbah Jumat Terbaik - Volume 1
3 | D i s a l i n d a r i w w w . k h o t b a h j u m a t . c o m
Demikian pula halnya dengan amalan, kalau sebuah amalan benar-benar didasari dengan aqidah
dan niat yang tulus karena Allah Subhanahu wa Ta‟ala dan dengan mengikuti Sunnah Rasulullah
shallallahu „alaihi wa sallam pasti amal itu akan diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta‟ala. Dan
kalau sebaliknya, jangan bermimpi dan jangan berharap amalan itu akan diterima oleh Allah
Subhanahu wa Ta‟ala.
Ma'asyiral muslimin,
Ketahuilah, bahwasanya para ulama telah menulis beberapa kitab tentang masalah tauhid ini. Di
antaranya ada sebuah kitab yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu dengan judul
Minhaj Al-Firqatun Najiyyah wat Tha‟ifah al-Mashurah. Dalam risalah ini beliau menyebutkan:
1. Allah Subhanahu wa Ta‟ala menciptakan alam semesta dan seisinya ini dengan hikmah agar
beribadah kepada-Nya dan Allah mengutus para rasul untuk mengajak manusia
mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta‟ala. Maka sadarlah dan ingatlah wahai kaum
muslimin keapda hakikat keberadaan diri kita di muka bumi ini. Allah Subhanahu wa Ta‟ala
meciptakan dunia ini beserta isinya –termasuk kita– hanya untuk satu tujuan yang agung,
yaitu beribadah kepada-Nya.
Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta‟ala dalam surat Adz-Dzariyat: 56,
سَ خََُِ تُِْ الجِْنَّ سَاْلإِتسَ إِ ػَََُِِّ سفِ
―Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku.‖
Ketahuilah jamaah sekalian, ayat ini berisikan bantahan terhadap orang-orang yang
menyangka bahwasanya diciptakan alam semesta ini untuk Nabi Muhammad shallallahu
„alaihi wa sallam, sebagaimana pemahaman ini diyakini dan diusung oleh sebagian kaum
muslimin pada zaman kita sekarang ini.
Kemudian Allah Subhanahu wa Ta‟ala mengutus para rasul-Nya ke muka bumi ini dengan
satu tujuan yang sama, yaitu mengajak kepada Allah. Mereka mengajak manusia untuk
mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta‟ala dan menjauhkan diri dari beribadah kepada
selain-Nya.
Allah berfirman,
سَ ػ ثََُْػ تِٓ كُ ةٍَََِّ وَّ فََِ اعْْ سا ا سَاجْ ا ا غَُُِّْ تَ
―Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul kepada tiap-tiap umat (untuk menyerukan),
„Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thoghut itu...‖ (QS. An-Nahl: 36)
Ma‟asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah
Kumpulan Khutbah Jumat Terbaik - Volume 1
4 | D i s a l i n d a r i w w w . k h o t b a h j u m a t . c o m
Ketahuilah jamaah sekalian, ibadah itu bersifat tauqifi (terima jadi, apa adanya).
Artinya, kita beribadah kepada Allah itu bukan semau kita, tetapi kita butuh dalil dan contoh
dari Kitabullah dan Sunah Rasulullah Shallallahu „alaihi wa sallam.
2. Termasuk hal yang menunjukkan pentingnya tauhid, ialah bahwasanya para rasul seluruhnya
memulai dakwahnya dengan tauhid.
Mulai dari rasul yang pertama yaitu Nuh Shallallahu „alaihi wa sallam hingga nabi kita
Muhammad Shallallahu „alaihi wa sallam, mereka semua membawa dakwah yang satu, yaitu
mengajak umat manusia mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta‟ala.
Allah berfirman dalam surat Al-Jin: 20,
إِنَََّّآ عَََُْْ ا وَ بِّ سَلآ فَُْنِؾُ حَََ ا
Katakanlah: “Sesungguhnya aku hanya menyembah Robbku dan aku tidak mempersekutukan
sesuatu pun dengan-Nya.‖
Demikian pula kita dapat menjumpai di dalam Alquran, kisah perjuangan para nabi dan rasul
dalam menyampaikan dakwah tauhid ini. Misalnya, di dalam surat Al-A‘raf, apabila kita
membuka dan membacanya, di sana kita akan menemukan Allah Subhanahu wa Ta‟ala
mengisahkan perjuangan mereka dalam mengajak umatnya kepada tauhid dan semua nabi
memiliki satu ucapan yang sama.
Sedangkan dalam sejarah kehidupan dan hadis Nabi Shallallahu „alaihi wa sallam, kita akan
menjumpai tentang bagaimana beliau mendidik dan menarbiyah umat dengan tauhid ini.
Dlam hadis yang diriwayatkan Imam Tirmidzi, dikisahkan beliau mengajarkan kepada Ibnu
Abbas –anak paman beliau- dengan sabda beliau,
إِ اَِ أَتَِْ فَعْأَؿِ ا سَإِ اَِ ا ػَْ تَََُْ فَ نَُِْْ ―Apabila kamu meminta maka mintalah kepada Allah dan apabila kamu minta pertolongan
maka mintalah pertolongan hanya kepada Allah.‖
Ma‟asyiral mu‟minin rahimani wa rahimakumullah,
3. Kemudian yang ketiga yang menunjukkan pentingnya tauhid:
Bahwasanya Rasul shallallahu „alaihi wa sallam mengajarkan kepada para sahabat supaya
mereka memulai dakwah mereka dengan tauhid. Ini menunjukkan kepada kita betapa penting
dan agungnya dakwah tauhid ini. Oleh karena itu, kita harus mengutamakan dakwah tauhid
ini dan memperjuangkan, sampai ajal menjemput kita.
Kumpulan Khutbah Jumat Terbaik - Volume 1
5 | D i s a l i n d a r i w w w . k h o t b a h j u m a t . c o m
Tidakkah kita merenungi sabda Rasul shallallahu „alaihi wa sallam tatkala beliau
mengatakan kepada sahabat Mu‘adz bin Jabal radhiallahu‟anhu ketika diutus ke negeri
Yaman, beliau shallallahu „alaihi wa sallam berpesan,
فَػ كَُُنْ سَََّؿُ عُْ يُ إِ فَهَ ةَََُ فََْ إِ إِ ا سَتِٓ وِسَايَةٍ : إِلََ فََْ يػ احِ سا ا ―Maka hendaklah yang pertama kali kamu serukan kepada mereka adalah persaksian
bahwasanya tidak ada Ilah (sesembahan yang haq) kecuali Allah.‖ Dan dalam riwayat lain:
―...sampai mereka mentauhidkan Allah.‖
Inilah yang dapat kami sampaikan pada khotbah yang pertama. Mudah-mudahan dapat
bermanfaat.
عْ مَ تُِ، فَ ػَْ نَُِسْ إِ تَّ
ُ
عْ مِيَْْ سَالم
ُ
ػ ؿُ ػ لِِْ يَ اََ، سَََ ػَْ نَُِ ا لِِ سَكَُِ سَلجَِمِ الم يُ ا وُ
ا نَِحِ .
KHUTBAH KEDUA
اَلَْْمُ حََْ ا كَثِ اِْ طَ وُكَ فِ ،َُِْ كَمَ يُُِ ن ب وَ ػ ن سَيػنَْضَل، سَََفْهَ فََْ إِ إِ ا سَحْ فَنِيْ ،ََُِ الَْمْ تِٓ الآخِنَةِ سَا سْلََ، سَََفْهَ فَََّ تَ سَتَ ػَُّ مَّ ا عَْ سَوَ ،َُُِ ا نَِ ؿُ
جْ بَََْ، لَ ل ا ُ
صْ لَََْ سَا نََِِّ بِ الم
ُ
الم عَْ سَعَْ ل ا لْ اََُُِِ، سَََلْحَ ا اََُُِِِّْ، سَا يَُِْْ سَ نَِْ
هَُُ إِحْعَ فٍُ سَ وَُ عَْ ل تػهَْجِ سَا ػ ػَْ لََ
Ma‟asyiral muslimin rahmani wa rahimakumullah,
Ketahuilah, para ulama kita telah memenuhi tulisan-tulisan mereka, kitab-kitab mereka, dan
ceramah-ceramah mereka dengan tauhid ini. Mereka melakukannya tidak lain dan tidak bukan
lantaran mereka mengetahui hanya dengan dakwah tauhid inilah kaum muslimin akan dapat
disatukan, dan hanya dengan dakwah tauhid ini pula kejayaan dan kemenangan kaum muslimin
akan dpat terwujud.
Sebaliknya, tanpa dakwah tauhid ini kita tidak akan dapatkan semua itu. Tanpa tauhid, jangan
berharap kita akan mendapat kejayaan dan kemenangan. Sejarah kenabian dan kerasulan telah
membuktikan bahwa Nabi shallallahu „alaihi wa sallam beserta kaum muslimin pada waktu itu
mendapatkan kemenangan dan kejayaan dengan dakwah tauhid ini.
Kumpulan Khutbah Jumat Terbaik - Volume 1
6 | D i s a l i n d a r i w w w . k h o t b a h j u m a t . c o m
Maka bagi sebagian kaum muslimin yang meninggalkan dakwah ini dan menempuh dakwah
selain dakwah tauhid, kendati mereka diberikan umur ribuan tahun dan mengerahkan segala
macam usaha untuk menegakkan dan mengharapkan kemenangan, kejayaan, dan daulah kaum
muslimin, tidaklah mereka akan berhasil mewujudkan semua itu selama mereka meninggalkan
dan memusuhi dakwah yang barakah ini. Karena Alquran telah membuktikan bahwasanya
sejarah manusia, sejarah kaum-kaum yang meninggalkan tauhid ini dan memusuhinya, mereka
dihancurkan dan dibinasakan oleh Allah Subhanahu wa Ta‟ala.
Ma‟asyiral muslimin rahimani warahimakumullah,
Inilah suatu bukti yang nyata dari Alquran tentang orang-orang yang berpaling dari dakwah
tauhid. Mereka tidak akan mendapat apa yang mereka inginkan. Bahkan sebaliknya, mereka
akan binasa. Oleh karena itu, kami wasiatkan kepada para da‘i pengibar bendera tauhid agar
selalu istiqomah dalam dakwah dan mintalah kesabaran kepada Allah.
Kita memohon kepada Allah agar menetapkan hati kita dalam mentauhidkan-Nya sampai ajal
menjemput kita, serta menjadikan kalimat tauhid sebagai akhir dari ucapan kita, karena Nabi
Shallallahu „alaihi wa sallam bersabda,
نَِْ كَ فَُ خُِنُ كَلَا إِ إِ ا عِْ خَََ الجَ ةََّ ―Barangsiapa yang akhir ucapannya La Ilaha illallah tatkala meninggalnya, pasti ia masuk
surga.‖
Demikian yang dapat kami sampaikan. Mudah-mudahan bermanfaat bagi kami pribadi dan bagi
para jamaah seluruhnya. Amin.
سَلَ ن ا سَ مُ ا -وَحََِكُ ا - عَْ ل الْ ا شِ , ُ
سَا عِِنَاجِ الم , كَمَ نَََُِكُ ا فُُِْْ الخَ ػُْنُ؛ فَػ ؿََُِ تِٓ كُ ا ػَِْ ػَْزِيْ : إِفَّ ا سَ لََِائِكَ يُصَ ن فَ عَْ ل ا بِ يَ يََػ نهَ ا يََِِّنَ ا
لَ ن ا عَْ سَ مُ ا عََّْ مُ ا هُ لَ عَْ ل مْ سَعَْ ل ؿُِ مَّ كَمَ لَ تَُْ عَْ ل إِ ػنَايِ سَعَْ ل ؿُِ إِ ػنَايِ إِتَّ حََِ مََِ , ا هُ وِؾْ عَْ ل مَّ سَعَْ ل ؿُِ مَّ كَمَ وَُكْتَ عَْ ل إِ ػنَايِ سَعَْ ل ؿُِ إِ ػنَايِ إِتَّ حََِ مََِ
Kumpulan Khutbah Jumat Terbaik - Volume 1Kumpulan Khutbah Jumat Terbaik - Volume 1
1 | D i s a l i n d a r i w w w . k h o t b a h j u m a t . c o m
Urgensi Tauhid
إِفَّ الَْْمْػ مََْْػ سَتَعْػ ػَُُِْْ سَتَعْػ ػَْ نََُُِ سَتػ ػَُُػ ػ ػِِػنْ فُػنُسْوِ تََْػ عَُِػ سَ ػ تُِ عْْمَ ػََُِِػ ػَِػنْ
يػهَْ ا فَلاَ ضُِِػ ػَِ سَ ػَِنْ يُضْػ فَػلاَ يَػ ػَِ سَََفْػهَ فََْ إِ ػَِ إِ ا سَحْػ فَػنِيْ ػَِ سَََفْػهَ فَََّ مَّػ ا عَْ ػ سَوَ ػ .
يػَػ يََػ نهَػ ا ػَِّػ يَِنَ ػََُُِػ اْ ا ػََّّ ػُِػ اْ ا ػ حَػ ػَّ ػََُُِّػِػ سَ ػُػ نََُّّ إِ سَََتػ نِعْػ مُ فَ .
يَ يََػ نهَ ا سََُُِّ ا ػََّّ اْ وَ كُ ا خَ كُ ن تػ سٍََّْ سَاحِ ةٍ سَخَ ػَِِْهَ زَسْجَهَ سَ ثَّ ػَِِْهُمَ وِجَ كَثِػ اِ سَتِعَػ اُ سَا ػََّّ ػُِػ اْ ا ػ ا ػَِّػ عَََّػ اُ فَ ػ سَا وْحَػ َُ إِفَّ ا ػ كَػ فَُ عَْ ػ كُُْ وَ ػ .
يَ يََػ نهَػ ا ػَِّ يَِنَ ػََُُِ ا ا ػََّّ ػُِ ا ا ػ سَ ػُِ ا ػ ػ ي ا . يُصْػ كَُِػ عََْْمَػ كَُُِ سَيػ ػَِنْ كَُِػ تُِػ كُ سَ ػَِػن يُ ػِْػ ا ػ سَوَ ػ فَػ ػَِػ فَػ زَُ فَػ زا عَْ مُػ .
ػ ، فَإِفَّ خَ ػُْنَ الَْْ يثِ كِ بَُُْ ا ،َِ سَخَ ػُْنُ الْْ ى يُػ ى مَّػ لَػ ل ا ػ عَْ ػُْ سَ ػ ، سَفَػنن
ا وِ ثَ ػَُّهَُ ،ُ سَكُ ن عَْةٍ ضَلَا ةَِ
Ma‟asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah,
Sebagaimana yang selalu dinasihatkan dan selalu diingatkan oleh para khotib, untuk selalu
meningkatkan ketakwaan kita, kepada Allah Subhanahu wa Ta‟ala. Kami pun mengingatkan diri
kami sendiri dan jamaah seluruhnya, agar selalu meningkatkan dan memperkokoh ketakwaan
kita kepada Allah Subhanahu wa Ta‟ala dengan sebenar-benar takwa, yang betul-betul didasari
ilmu danta takut kepada-Nya.
Maksudnya, kita melaksanakan perintah Allah Subhanahu wa Ta‟ala dengan benar-benar
mengetahui bahwasanya perintah tersebut kita laksanakan karena ada dalil, baik dari Alquran
dan sunah. Begitu juga sebaliknya, kita meninggalkan larangan berdasarkan dalil dari Alquran
maupun sunah disertai rasa takut terhadap adzab-Nya. Inilah makna ketakwaan yang sebenarnya
sebagaimana dikatakan oleh Tholq bin Habib,
Kumpulan Khutbah Jumat Terbaik - Volume 1
2 | D i s a l i n d a r i w w w . k h o t b a h j u m a t . c o m
ا ػَِْ ى فََْ ػََّ مَُْ عََُْْةِ ا عَْ ل تػ وِ نَِِ ا سَََفْ ػََّ ػْْنُؾَ صَُِِْ ةََُ ا عَْ ل تػ وِ نَِِ ا تَََ ؼُُ
عِْ بََُِ ا ―Takwa adalah engkau melaksanakan ketaatan kepada Allah berdasarkan tuntunan (wahyu) dari
Allah dan meninggalkan kemaksiatan berdasarkan tuntunan (wahyu) dari Allah karena takut
siksa-Nya.‖
Kemudian yang kedua, kami ingatkan kepada seluruh jamaah bahwasanya pada hari Jumat ini.
Allah Subhanahu wa Ta‟ala memuliakan hari ini dibandingkan hari-hari lainnya. Pada hari
Jumat inilah kita disunahkan memperbanyak shalawat kepada Nabi shallallahu „alaihi wa
sallam.
Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda, diriwayatkan oleh Imam Muslim,
خَ ػُْنُ يػ ٍ طَ تَُْ عَْ ا شَِمْسُ يػ ُ الجُمْ ةَُِ، فِ خُ ََُُ، سَفِ خََُِْ الجَ ةَََّ، سَفِ خَُْ نِجَ ػَِِْهَ سََ ػََّ ُ ا عَِ عَُْةُ إِ تِٓ يػ ِ الجُمْ ةَُِ
“Hari paling baik yang matahari terbit padanya adalah hari Jumat. Pada hari itulah Adam
diciptakan, dimasukkan ke surga, dan dikeluarkan dari surga. Dan tidaklah tegak hari kiamat
melainkan pada hari Jumat.”
Beliau Shallallahu „alaihi wa sallam juga bersabda,
نَِْ لَ ل عَْ يَّ سَاحِ ة ، لَ ل ا عَْ بَِِ عَْشْ نا
―Barangsiapa bersholawat kepadaku satu kali, maka Allah bersholawat kepadanya sepuluh
kali.‖
Ma‟asyiral muslimin rahimani warahimakumullah,
Pada khotbah kali ini, kami akan menjelaskan masalah pentingnya tauhid, dengan harapan dapat
menambah kekuatan keimanan dan keyakinan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta‟ala.
Tapi sebelumnya, perlu kita ketahui bahwa tauhid merupakan asas atau pilar Agama Islam yang
hanif (lurus) ini. Tauhid ibarat sebuah pondasi yang di atasnya berdiri sebuah bangunan. Kalau
dasar sebuah bangunan itu lurus dan kuat, maka sesuatu yang ada di atasnya pun akan lurus dan
kuat. Akan tetapi, sebaliknya kalau dasarnya bengkok dan rapuh maka jangan berharap sesuatu
yang di atasnya akan kokoh.
Kumpulan Khutbah Jumat Terbaik - Volume 1
3 | D i s a l i n d a r i w w w . k h o t b a h j u m a t . c o m
Demikian pula halnya dengan amalan, kalau sebuah amalan benar-benar didasari dengan aqidah
dan niat yang tulus karena Allah Subhanahu wa Ta‟ala dan dengan mengikuti Sunnah Rasulullah
shallallahu „alaihi wa sallam pasti amal itu akan diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta‟ala. Dan
kalau sebaliknya, jangan bermimpi dan jangan berharap amalan itu akan diterima oleh Allah
Subhanahu wa Ta‟ala.
Ma'asyiral muslimin,
Ketahuilah, bahwasanya para ulama telah menulis beberapa kitab tentang masalah tauhid ini. Di
antaranya ada sebuah kitab yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu dengan judul
Minhaj Al-Firqatun Najiyyah wat Tha‟ifah al-Mashurah. Dalam risalah ini beliau menyebutkan:
1. Allah Subhanahu wa Ta‟ala menciptakan alam semesta dan seisinya ini dengan hikmah agar
beribadah kepada-Nya dan Allah mengutus para rasul untuk mengajak manusia
mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta‟ala. Maka sadarlah dan ingatlah wahai kaum
muslimin keapda hakikat keberadaan diri kita di muka bumi ini. Allah Subhanahu wa Ta‟ala
meciptakan dunia ini beserta isinya –termasuk kita– hanya untuk satu tujuan yang agung,
yaitu beribadah kepada-Nya.
Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta‟ala dalam surat Adz-Dzariyat: 56,
سَ خََُِ تُِْ الجِْنَّ سَاْلإِتسَ إِ ػَََُِِّ سفِ
―Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku.‖
Ketahuilah jamaah sekalian, ayat ini berisikan bantahan terhadap orang-orang yang
menyangka bahwasanya diciptakan alam semesta ini untuk Nabi Muhammad shallallahu
„alaihi wa sallam, sebagaimana pemahaman ini diyakini dan diusung oleh sebagian kaum
muslimin pada zaman kita sekarang ini.
Kemudian Allah Subhanahu wa Ta‟ala mengutus para rasul-Nya ke muka bumi ini dengan
satu tujuan yang sama, yaitu mengajak kepada Allah. Mereka mengajak manusia untuk
mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta‟ala dan menjauhkan diri dari beribadah kepada
selain-Nya.
Allah berfirman,
سَ ػ ثََُْػ تِٓ كُ ةٍَََِّ وَّ فََِ اعْْ سا ا سَاجْ ا ا غَُُِّْ تَ
―Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul kepada tiap-tiap umat (untuk menyerukan),
„Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thoghut itu...‖ (QS. An-Nahl: 36)
Ma‟asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah
Kumpulan Khutbah Jumat Terbaik - Volume 1
4 | D i s a l i n d a r i w w w . k h o t b a h j u m a t . c o m
Ketahuilah jamaah sekalian, ibadah itu bersifat tauqifi (terima jadi, apa adanya).
Artinya, kita beribadah kepada Allah itu bukan semau kita, tetapi kita butuh dalil dan contoh
dari Kitabullah dan Sunah Rasulullah Shallallahu „alaihi wa sallam.
2. Termasuk hal yang menunjukkan pentingnya tauhid, ialah bahwasanya para rasul seluruhnya
memulai dakwahnya dengan tauhid.
Mulai dari rasul yang pertama yaitu Nuh Shallallahu „alaihi wa sallam hingga nabi kita
Muhammad Shallallahu „alaihi wa sallam, mereka semua membawa dakwah yang satu, yaitu
mengajak umat manusia mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta‟ala.
Allah berfirman dalam surat Al-Jin: 20,
إِنَََّّآ عَََُْْ ا وَ بِّ سَلآ فَُْنِؾُ حَََ ا
Katakanlah: “Sesungguhnya aku hanya menyembah Robbku dan aku tidak mempersekutukan
sesuatu pun dengan-Nya.‖
Demikian pula kita dapat menjumpai di dalam Alquran, kisah perjuangan para nabi dan rasul
dalam menyampaikan dakwah tauhid ini. Misalnya, di dalam surat Al-A‘raf, apabila kita
membuka dan membacanya, di sana kita akan menemukan Allah Subhanahu wa Ta‟ala
mengisahkan perjuangan mereka dalam mengajak umatnya kepada tauhid dan semua nabi
memiliki satu ucapan yang sama.
Sedangkan dalam sejarah kehidupan dan hadis Nabi Shallallahu „alaihi wa sallam, kita akan
menjumpai tentang bagaimana beliau mendidik dan menarbiyah umat dengan tauhid ini.
Dlam hadis yang diriwayatkan Imam Tirmidzi, dikisahkan beliau mengajarkan kepada Ibnu
Abbas –anak paman beliau- dengan sabda beliau,
إِ اَِ أَتَِْ فَعْأَؿِ ا سَإِ اَِ ا ػَْ تَََُْ فَ نَُِْْ ―Apabila kamu meminta maka mintalah kepada Allah dan apabila kamu minta pertolongan
maka mintalah pertolongan hanya kepada Allah.‖
Ma‟asyiral mu‟minin rahimani wa rahimakumullah,
3. Kemudian yang ketiga yang menunjukkan pentingnya tauhid:
Bahwasanya Rasul shallallahu „alaihi wa sallam mengajarkan kepada para sahabat supaya
mereka memulai dakwah mereka dengan tauhid. Ini menunjukkan kepada kita betapa penting
dan agungnya dakwah tauhid ini. Oleh karena itu, kita harus mengutamakan dakwah tauhid
ini dan memperjuangkan, sampai ajal menjemput kita.
Kumpulan Khutbah Jumat Terbaik - Volume 1
5 | D i s a l i n d a r i w w w . k h o t b a h j u m a t . c o m
Tidakkah kita merenungi sabda Rasul shallallahu „alaihi wa sallam tatkala beliau
mengatakan kepada sahabat Mu‘adz bin Jabal radhiallahu‟anhu ketika diutus ke negeri
Yaman, beliau shallallahu „alaihi wa sallam berpesan,
فَػ كَُُنْ سَََّؿُ عُْ يُ إِ فَهَ ةَََُ فََْ إِ إِ ا سَتِٓ وِسَايَةٍ : إِلََ فََْ يػ احِ سا ا ―Maka hendaklah yang pertama kali kamu serukan kepada mereka adalah persaksian
bahwasanya tidak ada Ilah (sesembahan yang haq) kecuali Allah.‖ Dan dalam riwayat lain:
―...sampai mereka mentauhidkan Allah.‖
Inilah yang dapat kami sampaikan pada khotbah yang pertama. Mudah-mudahan dapat
bermanfaat.
عْ مَ تُِ، فَ ػَْ نَُِسْ إِ تَّ
ُ
عْ مِيَْْ سَالم
ُ
ػ ؿُ ػ لِِْ يَ اََ، سَََ ػَْ نَُِ ا لِِ سَكَُِ سَلجَِمِ الم يُ ا وُ
ا نَِحِ .
KHUTBAH KEDUA
اَلَْْمُ حََْ ا كَثِ اِْ طَ وُكَ فِ ،َُِْ كَمَ يُُِ ن ب وَ ػ ن سَيػنَْضَل، سَََفْهَ فََْ إِ إِ ا سَحْ فَنِيْ ،ََُِ الَْمْ تِٓ الآخِنَةِ سَا سْلََ، سَََفْهَ فَََّ تَ سَتَ ػَُّ مَّ ا عَْ سَوَ ،َُُِ ا نَِ ؿُ
جْ بَََْ، لَ ل ا ُ
صْ لَََْ سَا نََِِّ بِ الم
ُ
الم عَْ سَعَْ ل ا لْ اََُُِِ، سَََلْحَ ا اََُُِِِّْ، سَا يَُِْْ سَ نَِْ
هَُُ إِحْعَ فٍُ سَ وَُ عَْ ل تػهَْجِ سَا ػ ػَْ لََ
Ma‟asyiral muslimin rahmani wa rahimakumullah,
Ketahuilah, para ulama kita telah memenuhi tulisan-tulisan mereka, kitab-kitab mereka, dan
ceramah-ceramah mereka dengan tauhid ini. Mereka melakukannya tidak lain dan tidak bukan
lantaran mereka mengetahui hanya dengan dakwah tauhid inilah kaum muslimin akan dapat
disatukan, dan hanya dengan dakwah tauhid ini pula kejayaan dan kemenangan kaum muslimin
akan dpat terwujud.
Sebaliknya, tanpa dakwah tauhid ini kita tidak akan dapatkan semua itu. Tanpa tauhid, jangan
berharap kita akan mendapat kejayaan dan kemenangan. Sejarah kenabian dan kerasulan telah
membuktikan bahwa Nabi shallallahu „alaihi wa sallam beserta kaum muslimin pada waktu itu
mendapatkan kemenangan dan kejayaan dengan dakwah tauhid ini.
Kumpulan Khutbah Jumat Terbaik - Volume 1
6 | D i s a l i n d a r i w w w . k h o t b a h j u m a t . c o m
Maka bagi sebagian kaum muslimin yang meninggalkan dakwah ini dan menempuh dakwah
selain dakwah tauhid, kendati mereka diberikan umur ribuan tahun dan mengerahkan segala
macam usaha untuk menegakkan dan mengharapkan kemenangan, kejayaan, dan daulah kaum
muslimin, tidaklah mereka akan berhasil mewujudkan semua itu selama mereka meninggalkan
dan memusuhi dakwah yang barakah ini. Karena Alquran telah membuktikan bahwasanya
sejarah manusia, sejarah kaum-kaum yang meninggalkan tauhid ini dan memusuhinya, mereka
dihancurkan dan dibinasakan oleh Allah Subhanahu wa Ta‟ala.
Ma‟asyiral muslimin rahimani warahimakumullah,
Inilah suatu bukti yang nyata dari Alquran tentang orang-orang yang berpaling dari dakwah
tauhid. Mereka tidak akan mendapat apa yang mereka inginkan. Bahkan sebaliknya, mereka
akan binasa. Oleh karena itu, kami wasiatkan kepada para da‘i pengibar bendera tauhid agar
selalu istiqomah dalam dakwah dan mintalah kesabaran kepada Allah.
Kita memohon kepada Allah agar menetapkan hati kita dalam mentauhidkan-Nya sampai ajal
menjemput kita, serta menjadikan kalimat tauhid sebagai akhir dari ucapan kita, karena Nabi
Shallallahu „alaihi wa sallam bersabda,
نَِْ كَ فَُ خُِنُ كَلَا إِ إِ ا عِْ خَََ الجَ ةََّ ―Barangsiapa yang akhir ucapannya La Ilaha illallah tatkala meninggalnya, pasti ia masuk
surga.‖
Demikian yang dapat kami sampaikan. Mudah-mudahan bermanfaat bagi kami pribadi dan bagi
para jamaah seluruhnya. Amin.
سَلَ ن ا سَ مُ ا -وَحََِكُ ا - عَْ ل الْ ا شِ , ُ
سَا عِِنَاجِ الم , كَمَ نَََُِكُ ا فُُِْْ الخَ ػُْنُ؛ فَػ ؿََُِ تِٓ كُ ا ػَِْ ػَْزِيْ : إِفَّ ا سَ لََِائِكَ يُصَ ن فَ عَْ ل ا بِ يَ يََػ نهَ ا يََِِّنَ ا
لَ ن ا عَْ سَ مُ ا عََّْ مُ ا هُ لَ عَْ ل مْ سَعَْ ل ؿُِ مَّ كَمَ لَ تَُْ عَْ ل إِ ػنَايِ سَعَْ ل ؿُِ إِ ػنَايِ إِتَّ حََِ مََِ , ا هُ وِؾْ عَْ ل مَّ سَعَْ ل ؿُِ مَّ كَمَ وَُكْتَ عَْ ل إِ ػنَايِ سَعَْ ل ؿُِ إِ ػنَايِ إِتَّ حََِ مََِ
Langganan:
Komentar (Atom)